Headlines News :
Powered by Blogger.

    Kiat Lulus dan Prediksi Soal Tes CPNS 2013

    Pada umumnya soal-soal CPNS meliputi tes wawasan kebangsaan, tes intelegensia / kecerdasan(psikotes), dan juga tes kepribadian. Jadi secara materi soal kita harus banyak belajar berbagai macam contoh soal CPNS 2013 yang berkaitan dengan ketiga hal tersebut di atas. Itu adalah contoh dari segi persiapan fisik serta juga mental dalam menghadapi ujian calon pegawai negeri sipil yang menurut jadwal penerimaan CPNS 2013 ini akan diadakan pada sekitar bulan Juli atau Agustus tahun ini. Silakan sahabat klik gambar di bawah ini untuk mendapatkan Soal Prediksi CPNS 2013 agar anda bisa mempelajari bentuk dan prediksi soal tes CPNS 2013.
    Soal CPNS
    Kiat-kiat lulus tes CPNS adalah berhasil baik dalam mempersiapkan segala sesuatunya baik itu persiapan fisik mengikuti ujian cpns dan juga dari segi persiapan materi, mental pula. Berdoa dan banyak berlatih pada soal cpns tahun-tahun sebelumnya untuk bisa mengetahui bagaimana bentuk prediksi soal ujian PNS yang akan kita kerjakan. Berikut ada beberapa cara tips kiat lulus ujian CPNS yang bisa kita praktekkan dan amalkan demi impian meraih sebuah kursi PNS yang menjadi idaman bagi kita semua :

    Berdo’a
    Wajib bagi kita umat beragama dan juga Islam tentunya untuk selalu berdoa bila menginginkan keberhasilan dalam sebuah usaha yang sedang kita rintis dan jalankan. Apalagi doa adalah bagian yang tidak bisa kita pisahkan dalam kehidupan ruhani dana aspek agama ini. Dan ini bagian dari kiat lolos ujian cpns 2013 yang idak boleh kita lupakan dan kesampingkan. Mohon doa restu orang tua juga merupakan suatu keharusan juga alam hal ini.

    Bersiap Secara Materi Dan Fisik.
    Persiapan materi menjelang ujian tulis cpns harus benar-benar matang dan dipersiapkan dengan baik. Mempelajari akan berbagai macam jenis contoh soal CPNS dalam bentuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang meliputi tata negara Indonesia, kebijakan pemerintah, sejarah Indonesia, bahasa Indonesia, bahasa inggris, pengetahuan umum dan juga UUD 1945. Bentuk tes tulis selanjutnya adalah Tes Intelegensi Umum (TIU) yang meliputi tes kemampuan, analisa verbal, analisa numerik, berpikir logis dan analitis. Belajar dari pengalaman tes ujian sebelumnya juga penting.

    Persiapan Segi Psikis Mental.
    Rasa optimis dan percaya diri harus ditanamkan sejak dini. Bila kita sudah pesimis dalam menghadapi dan mengerjakan soal uji tulis cpns maka hal ini akan berpengaruh besar pada kejiwaan kita karena secara tidak langsung akan berdampak pada kesulitan kita ketika mengerjakan tes tersebut. Percaya diri harus diikuti dengan usaha keras dalam belajar banyak mengenai materi-materi yang akan di ujikan dengan baik.

    Ada juga beberapa persiapan menghadapi ujian cpns secara umum seperti halnya :
    1. Mengetahui akan seluk-beluk instansi pemerintah yang mengadakan ujian seleksi. Terutama bila bidang yang kita ikut tes di dalamnya adalah khusus misalnya saja bila berkaitan dengan CPNS Kemenkes RI maka soal yang berhubungan dengan kesehatan secara umum serta secara khusus bidang yang kita lamar harus dikuasai dengan baik.
    2. Mengikuti perkambangan informasi berita terkini, baik itu dengan membaca buku, melalui media visual, maupun tulis. Kerapkali, beberapa instansi akan mengeluarkan prediksi soal-soal CPNS 2013 yang menyangkut dan berkaitan dengan informasi perkembangan terbaru.
    3. Menjaga kesehatan tubuh dan juga stamina dengan melakukan olahraga rutin dan makan makanan bergizi. Serta juga cukup beristirahat. Hal ini sangat membantu kita untuk tampil prima di hari pelaksaan ujian cpns sehingga konsentrasi kita untuk mengerjakan soal bisa dilakukan secara optimal.
    4. Mengerjakan soal-soal cpns yang kita dari yang termudah. Kerjakanlah hal tersebut untuk menghemat waktu pengerjaan tes tulis cpns 2013 nantinya karena ada tenggang waktu yang harus ditepati juga.
    Semoga dengan terus berlatih, berdoa, dan melakukan berbagai hal yang berhubungan dengan cara tips sukses lulus cpns di atas, keinginan kita bisa terwujud. Amin.

    Download RPP dan Silabus Berkarakter SD, MI Sederajat

    Para Pengunjung yang Budiman silahkan anda download yang kalian perlukan di sini dan pastinya seadanya he..he..
    untuk yang belum ada kalian bisa reques ke email atau di buku tamu, trimakasih

    RPP dan Silabus SD/MI Sederajat Bahasa Indoniesia
    **Updateu Terbaru Tgl 30/11/2011
    1. Download RPP Berkarakter TEMATIK Kelas 1 SD Link
    2. Download RPP Berkarakter TEMATIK Kelas 2 SD Link
    3. Download RPP Berkarakter TEMATIK Kelas 3 SD Link
    4. Download RPP Berkarakter Matematika Kelas 4 - 6 Download 
    5. Download RPP Berkarakter PAI Kelas Satu (1) Sampai Dengan Kelas Enam (6) SD Link
    6. Download RPP Berkarakter Bahasa Inggris SD Link
    7. RPP Berkarakter TIK SD Kelas 4 - 6 Semester 1 dan 2 Download

    Contoh Proposal Bantuan Pengajuan Penambahan Ruang Kelas Baru

    BAB I
    PENDAHULUAN
    A.Latar Belakang
    1. Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan secara maksimalmaka diperlukan proses pembelajaran yang kondusif dengan melibatkan semuakomponen pembelajaran secara optimal. Salah satu komponen penting yangmenjadikan proses pembelajaran menjadi lancar dan kondusif adalah ruang kelas.
    2. Ruang kelas sebagai tempat belajar melakukan aktivitas pembelajaranmemiliki peranan yang strategis dalam rangka menciptakan suasana dan rasabelajar bagi para siswa. Keberadaannya membawa dampak yang lebih luas seperti,rasa aman, rasa memiliki, ketenangan dan hal-hal positif lainnya.
    3. Nama Sekolah sebagaisalah satu sekolah di.........  jugamerasakan betapa pentingnya keberadaan ruang kelas sebagai salah satu unsurpenentu keberhasilan proses pembelajaran. Sekolah yang memiliki siswa ---- orangyang terbagi dalam ---- kelas (rombongan belajar) ini saat ini memiliki --ruangkelas, sehingga idealnya masih membutuhkan --- ruang kelas lagi dan -- ruang praktik.
    4. Dari ---- ruang kelas yang ada ---  kelas dan --- ruang praktik diantaranya MasihKurang.
    5. Bertolak dari pemikiran di atas maka Nama Sekolah menganggap bahwa pembangunan ruang kelas baru di NamaSekolah adalah hal yang sangat penting dan mendesak untuk diwujudkan.
    Untuk itulah kami mengajukan PROPOSAL Bantuan Penambahan Ruang Kelas
    B.Visi dan Misi
    Visi
    ----------------------------------VISI SEKOLAH--------------------------------
    Misi
    -------------------------------------ISI MISI SEKOLAH-----------------------------------
    C. Tujuan dan Sasaran
    ---------------------------------------ISI TUJUAN SEKOLAHDAN SASARAN SEKOLAH-------------------------------
    1. Memberikan tempat belajar siswa dengan segalaperlengkapannya.
    2. Menghindari mobilitas siswa pada saat jam efektifsehingga waktu yang tersedia dapat digunakan untuk belajar secara optimal.
    3. Agar pelaksanaan praktik sesuai dengan tingkat kemampuansiswa tanpa adanya alasan keterbatasan tempat di sekolah.
    BAB II
    PROGRAM PENAMBAHAN RUANG KELAS
    A. Tahap perencanaan
    1. Melakukan pendataan kondisi bangunan
    2. Membuat gambar sesuai kebutuhan :
    •  
      • Tata letak bangunan
      • Denah, tampak, potongan
      • Instalasi listrik penerangan
      • Instalasi air bersih dan air kotor
      • Gambar detail meliputi antara lain : kolom, atap, kosen,dan kuda-kuda dll.
    c. Menyusun analisis kebutuhan bahan dengan jenis dankwalitas sesuai dengan kondisi setempat, analisa harga satuan dan tenaga kerja;
    d. Membuat RAB pekerjaan penambahan ruang baru sekolah;
    e. Membuat rencana waktu pelaksanaan pekerjaan;
    f. Menyusun rencana kebutuhan tenaga kerja.
    B. Tahap pelaksanaan
    1. Mengarahkan dan membimbing secara periodik kepadapelaksana selama pekerjaan berlangsung.
    2. Memeriksa dan membuat laporan kemajuan pekerjaan terhadaphasil pelaksanaan pekerjaan Pembangunan yang dilakukan oleh pelaksana.
    3. Memantau dan membuat laporan harian, mingguan dan bulananpelaksnaan pekerjaan kepada tim pembangunan
    4. Membuat foto perkembangan fisik pekerjaan yang menunjukan
    5. kondisi awal (0%), menengah (50%) dan akhir (100%).
     
    BAB III
    PENDANAAN
    A. Rencana Pembiayaan Ruang Kelas Baru secara Keseluruhan
    Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan ruang kelas barusecara keseluruhan adalah sebesar Rp ---------------------------------(-------------------)dengan rincian anggaran biaya terlampir.
    Kami berharap bahwa proposal ini mendapat persetujuansehingga Pembangunan Ruang Kelas Baru di NamaSekolah segera dapat direalisasikan guna menciptakan suasana proses pembelajaranyang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan secara maksimal, Amien.
    Tempat,-- Oktober 2011
    Ketua Komite Sekolah                                                                                                                                 Menyetujui
    Kepala Sekolah
    Nama Komite                                                                                                                              
     
     BAB V
    PE N UTU P
    ------------------------------------------------------------------------------------------------------------
    DAFTAR LAMPIRAN
    1. Analisa Daftar Ruang Kelas dan Jumlah Siswa
    2. Foto – foto Fisik
    3. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
    4. Surat Pernyataan Dana Pendamping
    5. Surat Pernyataan Pelaksanaan dengan Swakelola
    6. SK Tim Rehabilitasi
    7. Data Siswa
    8. Foto Copy Rekening Sekolah

    Download Contoh Penelitian Tindakan Kelas (PTK) TK, SD, SMP

    Ad
    1. Buku Panduan dan Contoh : PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SD, Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika, [download]
    2. Judul : PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT KALIMAT BAHASA INGGRIS (Andreas Suwarno. Guru Bahasa Inggris SLTPN 4 Muaro Kelingi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan), [download]
    3. Judul : ROLE PLAY: SUATU ALTERNATIF PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SLTP ISLAM MANBAUL ULUM GRESIK Oleh : Mudairin (Guru Bahasa Inggris SLTP Islam Manbaul Ulum Kabupaten Gersik , Jawa Timur), [download]
    4. Judul : UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI TEKNIK KWL DAN PERMAINAN BAHASA (Jafrizal, Guru Bahasa Inggris SLTPN 2 Bayang Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. [download]
    5. Judul : EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN GEOGRAFI MELALUI METODE OUT DOOR STUDY DALAM UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA (Ninik Widayanti. Guru SLTPN 2 Candipura Kabupaten Lumajang Jawa Timur), [download]
    6. Judul : Pendekatan Joyful Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) (Sri Hayati. Staf pengajar pada jurusan Geografi, Kepala Pusat PPKLH Lembaga Penelitian UPI), [download]
    7. Judul : PENINGKATAN KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA (KEM) DENGAN TEKNIK TRIFOKUS STEVE SNYDER (Muhammad Sarwono. Guru Bahasa Indonesia SLTPN 3 Patebon Kabupaten Kendal Jawa Tengah), [download]
    8. Judul : UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI PENERAPAN TEKNIK SKEMA (Fuad Asnawi. Guru Bahasa Indonesia SLTP Mataram, Kasihan. Kabupaten Bantul D.I. Jokyakarta), [download]
    9. Judul : PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT KALIMAT BAHASA INGGRIS (Andreas Suwarno. Guru Bahasa Inggris SLTPN 4 Muaro Kelingi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan), [klik disini]
    10. Proposal PTK Bhs. Inggris SMP
      Contoh Propsal Penelitian Tindakkan Kelas Bhs. Inggris SMP [download]
    11. Penelitian Studi Kasus di SD:
      LAPORAN PENELITIAN STUDI KASUS PADASEKOLAH DASAR PROGRAM MBS-MATA PELAJARAN MATEMATIKA-Oleh: Tim PGSD FIP UNJ (Kerjasama UNESCO dengan FIP UNJ)-[DOWNLOAD] 
       
    12. Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SD, Buku Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika. Penulis: Dra. Sukayati, M.Pd. Penilai: Fadjar Shadiq, M.App.Sc. Editor: Yuliawanto, M.Si. Ilustrator: Victor Deddy Kurniawan, S.S. [DOWNLOAD]
    Ad
    1. Buku Panduan dan Contoh : PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SD, Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika, [download]
    2. Judul : PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT KALIMAT BAHASA INGGRIS (Andreas Suwarno. Guru Bahasa Inggris SLTPN 4 Muaro Kelingi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan), [download]
    3. Judul : ROLE PLAY: SUATU ALTERNATIF PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SLTP ISLAM MANBAUL ULUM GRESIK Oleh : Mudairin (Guru Bahasa Inggris SLTP Islam Manbaul Ulum Kabupaten Gersik , Jawa Timur), [download]
    4. Judul : UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI TEKNIK KWL DAN PERMAINAN BAHASA (Jafrizal, Guru Bahasa Inggris SLTPN 2 Bayang Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. [download]
    5. Judul : EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN GEOGRAFI MELALUI METODE OUT DOOR STUDY DALAM UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA (Ninik Widayanti. Guru SLTPN 2 Candipura Kabupaten Lumajang Jawa Timur), [download]
    6. Judul : Pendekatan Joyful Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) (Sri Hayati. Staf pengajar pada jurusan Geografi, Kepala Pusat PPKLH Lembaga Penelitian UPI), [download]
    7. Judul : PENINGKATAN KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA (KEM) DENGAN TEKNIK TRIFOKUS STEVE SNYDER (Muhammad Sarwono. Guru Bahasa Indonesia SLTPN 3 Patebon Kabupaten Kendal Jawa Tengah), [download]
    8. Judul : UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI PENERAPAN TEKNIK SKEMA (Fuad Asnawi. Guru Bahasa Indonesia SLTP Mataram, Kasihan. Kabupaten Bantul D.I. Jokyakarta), [download]
    9. Judul : PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT KALIMAT BAHASA INGGRIS (Andreas Suwarno. Guru Bahasa Inggris SLTPN 4 Muaro Kelingi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan), [klik disini]
    10. Proposal PTK Bhs. Inggris SMP
      Contoh Propsal Penelitian Tindakkan Kelas Bhs. Inggris SMP [download]
    11. Penelitian Studi Kasus di SD:
      LAPORAN PENELITIAN STUDI KASUS PADASEKOLAH DASAR PROGRAM MBS-MATA PELAJARAN MATEMATIKA-Oleh: Tim PGSD FIP UNJ (Kerjasama UNESCO dengan FIP UNJ)-[DOWNLOAD] 
       
    12. Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SD, Buku Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika. Penulis: Dra. Sukayati, M.Pd. Penilai: Fadjar Shadiq, M.App.Sc. Editor: Yuliawanto, M.Si. Ilustrator: Victor Deddy Kurniawan, S.S. [DOWNLOAD]
    LANGKAH PENYUSUNAN RPP Kurikulum 2013 cms-formulasi LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan. clip_image002_thumb Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut. 1. Mencantumkan Identitas Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas­, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu. Hal yang perlu diperhatikan adalah : a. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar. b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan) c. Indikator merupakan: § ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar § penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. § dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah. § rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. § digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. d. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya. 2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran. Misalnya: Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”. Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat: 1. mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia. 2. menyebutkan bagian-bagian jantung. 3. merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya. 4. mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru. Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil. 3. Menetukan Materi Pembelajaran Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator. Contoh: Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan. Materi pembelajaran: Ciri-Ciri Kehidupan: Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi. 4. Menentukan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik: a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya. b. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning dan sebagainya. 5. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran a. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Kegiatan Pendahuluan § Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya. § Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan. § Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb. § Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar. § Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelak­sana­an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran). 2. Kegiatan Inti Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator. Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan. 3. Kegiatan penutup § Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan. § Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya. § Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi­/pengayaan. b. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. 6. Memilih Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya. Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran. 7. Menentukan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai. .... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2013/07/langkah-penyusunan-rpp-kurikulum-2013.html
    Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
    LANGKAH PENYUSUNAN RPP Kurikulum 2013 cms-formulasi LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan. clip_image002_thumb Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut. 1. Mencantumkan Identitas Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas­, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu. Hal yang perlu diperhatikan adalah : a. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar. b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan) c. Indikator merupakan: § ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar § penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. § dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah. § rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. § digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. d. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya. 2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran. Misalnya: Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”. Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat: 1. mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia. 2. menyebutkan bagian-bagian jantung. 3. merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya. 4. mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru. Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil. 3. Menetukan Materi Pembelajaran Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator. Contoh: Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan. Materi pembelajaran: Ciri-Ciri Kehidupan: Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi. 4. Menentukan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik: a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya. b. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning dan sebagainya. 5. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran a. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Kegiatan Pendahuluan § Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya. § Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan. § Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb. § Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar. § Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelak­sana­an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran). 2. Kegiatan Inti Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator. Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan. 3. Kegiatan penutup § Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan. § Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya. § Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi­/pengayaan. b. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. 6. Memilih Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya. Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran. 7. Menentukan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai. .... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2013/07/langkah-penyusunan-rpp-kurikulum-2013.html
    Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
    LANGKAH PENYUSUNAN RPP Kurikulum 2013 cms-formulasi LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan. clip_image002_thumb Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut. 1. Mencantumkan Identitas Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas­, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu. Hal yang perlu diperhatikan adalah : a. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar. b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan) c. Indikator merupakan: § ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar § penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. § dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah. § rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. § digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. d. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya. 2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran. Misalnya: Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”. Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat: 1. mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia. 2. menyebutkan bagian-bagian jantung. 3. merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya. 4. mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru. Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil. 3. Menetukan Materi Pembelajaran Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator. Contoh: Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan. Materi pembelajaran: Ciri-Ciri Kehidupan: Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi. 4. Menentukan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik: a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya. b. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning dan sebagainya. 5. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran a. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Kegiatan Pendahuluan § Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya. § Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan. § Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb. § Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar. § Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelak­sana­an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran). 2. Kegiatan Inti Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator. Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan. 3. Kegiatan penutup § Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan. § Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya. § Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi­/pengayaan. b. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. 6. Memilih Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya. Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran. 7. Menentukan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai. .... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2013/07/langkah-penyusunan-rpp-kurikulum-2013.html
    Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia

    Tutorial Cara mengunggah Foto Guru dan Data siswa Padamu Negeri

    PANDUAN UNGGAH FOTO GURU

    Untuk mengganti atau upload foto guru, ikuti langkah-langkah berikut:
    1. Klik daftar guru
    2. Sorot nama guru, klik ikon segitiga disebelah kanan
    guru unggah poto 1
    3. Klik Biodata Diri
    4. Klik ikon pensil di sebelah foto guru
    guru unggah poto 2
    5. Pilih file foto guru yang sudah disiapkan dengan mengikuti aturan yang ditentukan
    guru unggah poto 3
    6. Klik unggah

    PANDUAN UNGGAH DATA SISWA SECARA KOLEKTIF

    Unggah Data Siswa (Kolektif)

    Untuk menambah data siswa secara kolektif langkahnya adalah sebagai berikut :
    1. Klik tombol tanda panah
    siswa unggah
    2. Klik tombol Unduh format data siswa
    3. Setelah file berhasil diunduh di komputer anda, silakan isi file excel tersebut dengan data anda (pastikan semua cell/spreadsheet berformat teks)
    siswa unggah2
    4. Setelah selesai melakukan edit data, silakan simpan excel tersebut.
    5. Buka kembali menu unggah data siswa, kemudian klik pilih file XLS dan klik unggah untuk mengunggah data siswa
    siswa unggah excel
     

    Ayo Sing Pada Melu

    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. SD NEGERI DANASARI 01 KEC. BOJONG KAB. TEGAL - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger