Headlines News :
Powered by Blogger.

    Showing posts with label Penelitian Tindakan Kelas. Show all posts
    Showing posts with label Penelitian Tindakan Kelas. Show all posts

    Download Contoh Penelitian Tindakan Kelas (PTK) TK, SD, SMP

    Ad
    1. Buku Panduan dan Contoh : PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SD, Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika, [download]
    2. Judul : PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT KALIMAT BAHASA INGGRIS (Andreas Suwarno. Guru Bahasa Inggris SLTPN 4 Muaro Kelingi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan), [download]
    3. Judul : ROLE PLAY: SUATU ALTERNATIF PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SLTP ISLAM MANBAUL ULUM GRESIK Oleh : Mudairin (Guru Bahasa Inggris SLTP Islam Manbaul Ulum Kabupaten Gersik , Jawa Timur), [download]
    4. Judul : UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI TEKNIK KWL DAN PERMAINAN BAHASA (Jafrizal, Guru Bahasa Inggris SLTPN 2 Bayang Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. [download]
    5. Judul : EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN GEOGRAFI MELALUI METODE OUT DOOR STUDY DALAM UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA (Ninik Widayanti. Guru SLTPN 2 Candipura Kabupaten Lumajang Jawa Timur), [download]
    6. Judul : Pendekatan Joyful Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) (Sri Hayati. Staf pengajar pada jurusan Geografi, Kepala Pusat PPKLH Lembaga Penelitian UPI), [download]
    7. Judul : PENINGKATAN KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA (KEM) DENGAN TEKNIK TRIFOKUS STEVE SNYDER (Muhammad Sarwono. Guru Bahasa Indonesia SLTPN 3 Patebon Kabupaten Kendal Jawa Tengah), [download]
    8. Judul : UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI PENERAPAN TEKNIK SKEMA (Fuad Asnawi. Guru Bahasa Indonesia SLTP Mataram, Kasihan. Kabupaten Bantul D.I. Jokyakarta), [download]
    9. Judul : PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT KALIMAT BAHASA INGGRIS (Andreas Suwarno. Guru Bahasa Inggris SLTPN 4 Muaro Kelingi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan), [klik disini]
    10. Proposal PTK Bhs. Inggris SMP
      Contoh Propsal Penelitian Tindakkan Kelas Bhs. Inggris SMP [download]
    11. Penelitian Studi Kasus di SD:
      LAPORAN PENELITIAN STUDI KASUS PADASEKOLAH DASAR PROGRAM MBS-MATA PELAJARAN MATEMATIKA-Oleh: Tim PGSD FIP UNJ (Kerjasama UNESCO dengan FIP UNJ)-[DOWNLOAD] 
       
    12. Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SD, Buku Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika. Penulis: Dra. Sukayati, M.Pd. Penilai: Fadjar Shadiq, M.App.Sc. Editor: Yuliawanto, M.Si. Ilustrator: Victor Deddy Kurniawan, S.S. [DOWNLOAD]
    Ad
    1. Buku Panduan dan Contoh : PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SD, Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika, [download]
    2. Judul : PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT KALIMAT BAHASA INGGRIS (Andreas Suwarno. Guru Bahasa Inggris SLTPN 4 Muaro Kelingi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan), [download]
    3. Judul : ROLE PLAY: SUATU ALTERNATIF PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SLTP ISLAM MANBAUL ULUM GRESIK Oleh : Mudairin (Guru Bahasa Inggris SLTP Islam Manbaul Ulum Kabupaten Gersik , Jawa Timur), [download]
    4. Judul : UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI TEKNIK KWL DAN PERMAINAN BAHASA (Jafrizal, Guru Bahasa Inggris SLTPN 2 Bayang Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. [download]
    5. Judul : EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN GEOGRAFI MELALUI METODE OUT DOOR STUDY DALAM UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA (Ninik Widayanti. Guru SLTPN 2 Candipura Kabupaten Lumajang Jawa Timur), [download]
    6. Judul : Pendekatan Joyful Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) (Sri Hayati. Staf pengajar pada jurusan Geografi, Kepala Pusat PPKLH Lembaga Penelitian UPI), [download]
    7. Judul : PENINGKATAN KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA (KEM) DENGAN TEKNIK TRIFOKUS STEVE SNYDER (Muhammad Sarwono. Guru Bahasa Indonesia SLTPN 3 Patebon Kabupaten Kendal Jawa Tengah), [download]
    8. Judul : UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI PENERAPAN TEKNIK SKEMA (Fuad Asnawi. Guru Bahasa Indonesia SLTP Mataram, Kasihan. Kabupaten Bantul D.I. Jokyakarta), [download]
    9. Judul : PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT KALIMAT BAHASA INGGRIS (Andreas Suwarno. Guru Bahasa Inggris SLTPN 4 Muaro Kelingi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan), [klik disini]
    10. Proposal PTK Bhs. Inggris SMP
      Contoh Propsal Penelitian Tindakkan Kelas Bhs. Inggris SMP [download]
    11. Penelitian Studi Kasus di SD:
      LAPORAN PENELITIAN STUDI KASUS PADASEKOLAH DASAR PROGRAM MBS-MATA PELAJARAN MATEMATIKA-Oleh: Tim PGSD FIP UNJ (Kerjasama UNESCO dengan FIP UNJ)-[DOWNLOAD] 
       
    12. Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SD, Buku Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika. Penulis: Dra. Sukayati, M.Pd. Penilai: Fadjar Shadiq, M.App.Sc. Editor: Yuliawanto, M.Si. Ilustrator: Victor Deddy Kurniawan, S.S. [DOWNLOAD]
    LANGKAH PENYUSUNAN RPP Kurikulum 2013 cms-formulasi LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan. clip_image002_thumb Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut. 1. Mencantumkan Identitas Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas­, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu. Hal yang perlu diperhatikan adalah : a. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar. b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan) c. Indikator merupakan: § ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar § penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. § dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah. § rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. § digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. d. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya. 2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran. Misalnya: Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”. Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat: 1. mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia. 2. menyebutkan bagian-bagian jantung. 3. merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya. 4. mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru. Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil. 3. Menetukan Materi Pembelajaran Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator. Contoh: Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan. Materi pembelajaran: Ciri-Ciri Kehidupan: Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi. 4. Menentukan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik: a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya. b. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning dan sebagainya. 5. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran a. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Kegiatan Pendahuluan § Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya. § Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan. § Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb. § Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar. § Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelak­sana­an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran). 2. Kegiatan Inti Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator. Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan. 3. Kegiatan penutup § Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan. § Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya. § Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi­/pengayaan. b. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. 6. Memilih Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya. Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran. 7. Menentukan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai. .... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2013/07/langkah-penyusunan-rpp-kurikulum-2013.html
    Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
    LANGKAH PENYUSUNAN RPP Kurikulum 2013 cms-formulasi LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan. clip_image002_thumb Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut. 1. Mencantumkan Identitas Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas­, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu. Hal yang perlu diperhatikan adalah : a. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar. b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan) c. Indikator merupakan: § ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar § penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. § dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah. § rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. § digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. d. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya. 2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran. Misalnya: Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”. Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat: 1. mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia. 2. menyebutkan bagian-bagian jantung. 3. merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya. 4. mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru. Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil. 3. Menetukan Materi Pembelajaran Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator. Contoh: Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan. Materi pembelajaran: Ciri-Ciri Kehidupan: Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi. 4. Menentukan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik: a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya. b. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning dan sebagainya. 5. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran a. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Kegiatan Pendahuluan § Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya. § Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan. § Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb. § Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar. § Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelak­sana­an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran). 2. Kegiatan Inti Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator. Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan. 3. Kegiatan penutup § Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan. § Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya. § Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi­/pengayaan. b. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. 6. Memilih Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya. Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran. 7. Menentukan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai. .... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2013/07/langkah-penyusunan-rpp-kurikulum-2013.html
    Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
    LANGKAH PENYUSUNAN RPP Kurikulum 2013 cms-formulasi LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan. clip_image002_thumb Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut. 1. Mencantumkan Identitas Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas­, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu. Hal yang perlu diperhatikan adalah : a. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar. b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan) c. Indikator merupakan: § ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar § penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. § dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah. § rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. § digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. d. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya. 2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran. Misalnya: Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”. Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat: 1. mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia. 2. menyebutkan bagian-bagian jantung. 3. merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya. 4. mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru. Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil. 3. Menetukan Materi Pembelajaran Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator. Contoh: Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan. Materi pembelajaran: Ciri-Ciri Kehidupan: Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi. 4. Menentukan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik: a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya. b. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning dan sebagainya. 5. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran a. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Kegiatan Pendahuluan § Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya. § Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan. § Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb. § Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar. § Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelak­sana­an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran). 2. Kegiatan Inti Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator. Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan. 3. Kegiatan penutup § Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan. § Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya. § Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi­/pengayaan. b. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. 6. Memilih Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya. Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran. 7. Menentukan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai. .... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2013/07/langkah-penyusunan-rpp-kurikulum-2013.html
    Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia

    PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) DI SD NEGERI DANASARI 01





    PROPOSAL
    PENELITIAN TINDAKAN KELAS
    (PTK)


    Perbaikan Pembelajarn melalui PTK pada mata pelajaran
    Matematika


    Masalah :
    ‘Kendala Kurang Minatnya Belajar Siswa
    Pada Mata pelajaran Matematika dikelas IV
    SD Negeri Danasari 01 Semester I Tahun Pelajaran 2007/2008”














    Disusun oleh:
    NARISMO, S.Pd.
    NIP. 130489658




    SD NEGERI DANASARI 01
    UPTD P DAN K KECAMATAN BOJONG
    KABUPATEN TEGAL


    KERANGKA PROPOSAL


    1.    Judul Penelitian                                        : Kendala Kurang Minatnya Belajar Siswa
    Pada Mata Pelajaran Matematika Dikelas IV SD Negeri Danasari 01 Semester I Tahun Pelajaran 2007/2008

    2.    Bidang Ilmu                                             : Pendidikan

    3.    Kategori Penelitian                                  : -

    4.    Peneliti                                                     :
           * Nama                                                     : NARISMO, S.Pd.
           * Gol/Pangkat/NIP                                  : IVa/Pembina/130489658
           * Jabatan Fungsional                                : Guru Sekolah Dasar
           * Jurusan                                                  : -
           * Institusi                                                 : SD Negeri Danasari 01 UPTD P DAN K
                                                                              Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal

    5.    Susunan Tim Peneliti                               : -

    6.    Lokasi Penelitian                                      : SD Negeri Danasari 01

    7.    Lama Penelitian                                       : 6 bulan

    8.    Biaya Penelitian                                       : -

    9.    Sumber Dana                                           : -

    Danasari,     Juli 2007





        Kepala SD Negeri Danasari 01                                                         Peneliti




                 NARISMO, S.Pd.                                                         NARISMO, S.Pd.
                   NIP. 130489658                                                            NIP. 130489658


    HALAMAN PENGESAHAN





    1
    Judul                                      :
    Kendala Kurang Minatnya Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika dikelas IV SD Negeri Danasari 01 Semester I tahun pelajaran 2007/2008





    2
    Peneliti/Penulis                     :  
    NARISMO, S.Pd.





    3.
    Lokasi Penelitian/Penulisan  :
    SD Negeri Danasari 01
    Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal



    4.
    Lama Penelitian/Penulisan    :
    6 bulan


    Danasari,        Juli 2007






        Kepala SD Negeri Danasari 01                                               Peneliti




                 NARISMO, S.Pd.                                                NARISMO, S.Pd.
                   NIP. 130489658                                                   NIP. 130489658


    KENDALA KURANG MINATNYA BELAJAR SISWA
    PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV
    SD NEGERI DANASARI 01 SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2007/2008


    I.          Latar Belakang
    Dalam kehidupan sehari-hari peranan Matematika tidak dapat dipungkiri lagi ada beberapa peranan yang dapat disumbangkan oleh kegiatan mata pelajaran Matematika/berhitung antara lain : kegiatan ini dapat membantu memecahkan masalah dan dapat memperkuat suatu keyakinan, sebagai suatu pelatihan, memberi pengalaman estetis, meningkatkan prestasi, memperluas pengetahuan dan ketrampilan
    Kegiatan ini tidak timbul secara alami tetapi ada faktor yang berasal dari dalam maupun dari luar. Faktor yang berasal dari dalam antara lain : tuntutan kebutuhan sehari-hari misalnya dalam transaksi jual-beli, sedangkan faktor yang berasal dari luar misalnya tuntutan diri seseorang yang ingin lebih maju dalam persaingan antar sesama dan tentunya lebih banyak lagi contoh-contoh yang lain.
                Pelajaran Matematika di SD merupakan dasar atau landasan untuk pendidikan yang lebih tinggi. Seandainya dasar tersebut kurang kuat, niscaya pengaruhnya cukup besar dan sangat terasa, baik bagi siswa sendiri atau juga oleh para guru.
                Pelajaran Matematika di SD ada beberapa macam, antara lain : mengalikan, menjumlahkan, membagi, mengurangkan atau dalam bahasa jawanya disingkat PINGPOROLANSUDO. Dari bermacam-macam operasi hitungan tersebut siswa akan mahir dalam mengerjakan soal-soal berhitung/Matematika.
                Di samping hal-hal tersebut juga tak kalah pentingnya peran serta orang tua dalam ikut memacu anak-anaknya untuk dapat menghitung dengan teliti dan cermat.
                Dari latar belakang tersebut penulis mengambil judul dalam karya tulis ini adalah
    “ Kendala kurang minatnya belajar siswa pada mata pelajaran Matematika dikelas IV SD Negeri Danasari 01 Semester 1 Tahun Pelajaran 2007/2008 “

    II.        Identifikasi Masalah.
                Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut :
    A.        Kurangnya sarana belajar Matematika
    B.        Proses Kegiatan Belajar Mengajar Matematika
    C.        Peran serta orang tua dalam mendorong siswa untuk belajar Matematika.



    III.       Pembatasan Masalah
                Pada penelitian ini masalah yang dibahas dibatasi pada kendala kurang minatnya belajar siswa pada mata pelajaran Matematika dikelas IV SD Negeri Danasari 01 semester I tahun pelajaran 2007/2008

    IV.       Perumusan Masalah
                Masalah yang akan disampaikan disini ialah mengapa siswa kelas IV pada semester I kurang berminat terhadap mata pelajaran Matematika.

    V.        Tujuan penelitian
                Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa kelas IV SD dalam berhitung, mengingat masih banyak siswa kelas IV SD di SD Negeri Danasari 01 yang kurang minat terhadap mata pelajaran Matematika.

    VI.       Landasan Teori
                Siswa mampu mengerjakan soal-soal Matematika dengan kemampuan sendiri (KTSP SD Negeri Danasari 01 tahun 2006)

    VII.     Metode Penelitian
    1.         Populasi dan sampel
    2.         Metode
                a.         Observasi
                b.         Dokumentasi
                c.         Ceramah
                d.         Pemberian Tugas
                e.         Latihan
    3.         Analisis

    VIII.    Kegunaan Hasil Penelitian
                Hasil penelitian akan bernilai guna bagi kepentingan pihak-pihak yang terkait dalam rangka peningkatan mutu pendidikan :
    1.          Untuk Guru       :  hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan guna                                      
                                                memperbaiki kegiatan belajar mengajar
    2.          Untuk sekolah   : hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam rangka perbaikan kegiatan belajar mengajar


    IX.       Jadwal Pelaksanaan.

    No
    URAIAN KEGIATAN
    MINGGU KE
    BULAN KE
    1
    Observasi
    I
    I
    2
    Penyusunan Proposal
    II
    I
    3
    Kelengkapan Alat
    I
    II
    4
    Study Pustaka
    II
    II
    5
    Pengumpulan data
    I
    III
    6
    Analisis data
    II
    III
    7
    Diskusi
    I
    IV
    8
    Penyempurnaan data
    II
    IV
    9
    Penyusunan laporan
    I
    V
    10
    Pencetakan laporan
    II
    V
    11
    Penyerahan hasil penelitian
    I
    VI

    X.        Daftar Pustaka

    1.         Dr. I.G.A.K. Wardani, Drs Kuswaya Wihardit, M.Ed, Drs Noehi Nasoetion, MA, 2002, Penerbitan Tindakan Kelas, Jakarta ; Pusat Penerbitan
    Universitas Terbuka.
    2.         Dr. Suciati, 2003, Belajar dan Pembelajaran 2, Jakarta ; Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
    3.         Prof. Dr. Abin Syamsudin, MA, Nanda Budiman, S.Pd, 2003,
    Profesi Keguruan 2, Jakarta ; Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
    4.         Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc. dkk, 2003, Pembelajaran Matematika SD,
     Jakarta ; Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
    5.         Prof. Dr. Asmawi Zainal, M.Ed, Drs. Ayu Mulyono, M.Hum, 2003,
    Tes dan Asesmen Di SD, Jakarta ; Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.



     

    Ayo Sing Pada Melu

    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. SD NEGERI DANASARI 01 KEC. BOJONG KAB. TEGAL - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger